Minggu, 05 Januari 2014

Evolusi



Evolusi
Proses evolusi terjadi sejak makhluk berbentuk sel-sel yang disebut gamet. Makhluk hidup terbentuk dari sel-sel sex akibat percampuran jantan dan betina. Jantan dan betina ular akan mengevolusikan pertumbuhan ular. Sel jantan dan betina monyet akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan monyet. Sel jantan dan betina manusia akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Para filsuf dan sejarhawan barat, terutama yang hidup di abad 17 dan 18, mempersamakan aneka ragam bentuk kehidupan pada jemjamh. Setiap tingkat pada jenjang ditempati oleh bentuk kehidupan yang sama, dan setiap tingkat lebih tinggi melalui bentuk yang sedikit lebih rumit. Ini disebut Ukuran Alam, atau rantai kehidupan. Ia membentang dari mineral melalui bentuk-bentuk yang lebih rendah hingga manusia. Tidak ada sangkalan terhadap kesamaan bentuk tubuh. Tetapi kemampuan manusia berfikir dan memahami, terutama gagasan peradaban manusia,, menjadi pembatas antara manusia yang beradab dan dunia binatang yang tidak beradab.
 Rantai kehidupan bukanlah rangkaian yang berevolusi. Tidak ada hubungan langsung di antara tingkat-tingkat jenjang itu. Rantai kehidupan berarti mengungkapkan pola kehidupan, atau menurut Alqur’an merupakan pola gagasan penciptaan. Artinya, aneka ragam bentuk kehidupan tidak berevolusi naik ke jenjang yang lebih tinggi dalam jenisnya : kera tetap kera, jambubatu tidak akan berevolusi ke jambumonyet. Pola gagasan penciptaan hanya berevolusi dalam potensi jiwani melalui pemanfaatan akalnya. Penelitian biologi menunjukkan bahwa potensi itu tetap pada jenjangnya : potensi akal kera tiga kali lipat dari potensi  binatang melata yang lain; dan potensi akal manusia enam kali potensi akal kera. Ketika ledakkan potensi terjadi, perkembangan potensi itu meningkat dalam segala jenjang. Artinya Ketika akal kera meningkat satu jenjang, maka potensi akal manusia juga meningkat satu jenjang, sehingga tidak ada perubahan perbandingannya. Tetapi teori evolusi Charles Darwin memperlihatkan Rantai Kehidupan sebagai rangkaian yang berevolusi.
Untuk mengungkap kesalahan teori Darwin harus ditinjau dari penelitian beberapa cabang ilmu. Segala jenis kehidupan memang harus berevolusi sejalan dengan waktu, tetapi bukan perubahan  dari satu jenis ke jenis lain sebagai tangga alam yang berubah, melainkan dalam perubahan bentuk dari ujud sel ke ujud tampak, dan kemudian berkembang ke dalam pendewasaan bentuk jenis masing-masing. (Etos/Kelompok Diskusi cs67).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar