Evolusi
Proses evolusi terjadi
sejak makhluk berbentuk sel-sel yang disebut gamet. Makhluk hidup terbentuk
dari sel-sel sex akibat percampuran jantan dan betina. Jantan dan betina ular
akan mengevolusikan pertumbuhan ular. Sel jantan dan betina monyet akan
menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan monyet. Sel jantan dan betina manusia
akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Para filsuf dan
sejarhawan barat, terutama yang hidup di abad 17 dan 18, mempersamakan aneka
ragam bentuk kehidupan pada jemjamh. Setiap tingkat pada jenjang ditempati oleh
bentuk kehidupan yang sama, dan setiap tingkat lebih tinggi melalui bentuk yang
sedikit lebih rumit. Ini disebut Ukuran Alam, atau rantai kehidupan. Ia
membentang dari mineral melalui bentuk-bentuk yang lebih rendah hingga manusia.
Tidak ada sangkalan terhadap kesamaan bentuk tubuh. Tetapi kemampuan manusia
berfikir dan memahami, terutama gagasan peradaban manusia,, menjadi pembatas
antara manusia yang beradab dan dunia binatang yang tidak beradab.
Rantai kehidupan bukanlah rangkaian yang
berevolusi. Tidak ada hubungan langsung di antara tingkat-tingkat jenjang itu.
Rantai kehidupan berarti mengungkapkan pola kehidupan, atau menurut Alqur’an
merupakan pola gagasan penciptaan. Artinya, aneka ragam bentuk kehidupan tidak
berevolusi naik ke jenjang yang lebih tinggi dalam jenisnya : kera tetap kera,
jambubatu tidak akan berevolusi ke jambumonyet. Pola gagasan penciptaan hanya
berevolusi dalam potensi jiwani melalui pemanfaatan akalnya. Penelitian biologi
menunjukkan bahwa potensi itu tetap pada jenjangnya : potensi akal kera tiga
kali lipat dari potensi binatang melata
yang lain; dan potensi akal manusia enam kali potensi akal kera. Ketika
ledakkan potensi terjadi, perkembangan potensi itu meningkat dalam segala
jenjang. Artinya Ketika akal kera meningkat satu jenjang, maka potensi akal
manusia juga meningkat satu jenjang, sehingga tidak ada perubahan
perbandingannya. Tetapi teori evolusi Charles Darwin memperlihatkan Rantai
Kehidupan sebagai rangkaian yang berevolusi.
Untuk mengungkap
kesalahan teori Darwin harus ditinjau dari penelitian beberapa cabang ilmu.
Segala jenis kehidupan memang harus berevolusi sejalan dengan waktu, tetapi
bukan perubahan dari satu jenis ke jenis
lain sebagai tangga alam yang berubah, melainkan dalam perubahan bentuk dari
ujud sel ke ujud tampak, dan kemudian berkembang ke dalam pendewasaan bentuk
jenis masing-masing. (Etos/Kelompok Diskusi cs67).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar