Albaqoroh 38-43
Tafsir
2c. Komponen Ilmu dari Dimensi Pengetahuan
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim = Dengan nama
Alloh yang Pengasih-Penyayang.
Ayat 38. Ufuk Syurga yang jadi lubang
putih itu adalah alam ruh sebagai batas dari lingkaran Rumah Alloh (Hukum Akal = Sidrotil Muntaha) dan berifat menyeret
segala yang memasukinya. Ternyata lubang putih itu berlaku seperti pintu bendungan
air. Ketika pintu bendungan terbuka (karena didobrak tubuh Adam-Hawa), dia
menarik semua air yang terhimpun dimukanya. Ketika lubang putih menyeret Adam
dan Hawa, dia juga menyeret dengan kasar semua yang hadir di alam lembut syurga.
Saat itulah Kami hukum ruang menyampaikan berita bencana: ‘Turun kamu semua
bangsa setan dan bangsa malaikat dari syurga tempat tinggal kalian itu, dan
Kami lontarkan kalian semua ke lubang hitam, karena lingkaran pohon teratai
telah kalian langgar! Kemudian jika datang petunjuk rosul kepada kalian, siapa
saja yang mengikuti petunjuknya, niscaya tidak perlu ada kekhawatiran atas
nasibnya di hari akibat. Mereka tidak perlu bersedih hati menjalani hidupnya di
alam pengembaraan (lubang hitam) yang
berat penuh bencana’.
Ayat 39. Adapun orang-orang kafir (membangkang) terhadap petunjuk rosul (pemimpin akal utusan Akal) dan
mendustakan aturan-aturan kami (perangkat
hukum akal), pada hari kiamat mereka akan diseret pembalikan ruangwaktu dan
nasib dirinya akan dilontarkan Tuhan ke jalur Malik jadi penghuni neraka (alam siksaan) hasil evolusi alam
Fana. Mereka yang dilontarkan Hukum ke neraka pada akhir kiamat itu, akan
tinggal kekal di dalamnya.
Ayat 40. Karena alasan itu wahai bangsa
Israil pemegang Taurot petunjuk Musa! Taurot adalah buku petunjuk ilmu lengkap yang
pertama susunan rosul kamu, dan petunjuk ilmu itu hanya bisa dibuka dengan akal
yang tidak bisa menerima kebenaran-kepercayaan tidak masuk akal dan tidak adil.
Maka kalian harus ingat akan kebenaran akal tinggi yang jadi nikmatku. Akal
tinggi itu telah Aku anugerahkan kepada kalian agar dimanfaatkan
sebaik-baiknya. Karena itu penuhi janji kalian di alam fitroh kepadaku
(Alfatihah 5, Alisroo 78), niscaya Aku juga akan memenuhi janjiku kepada
kalian, sehingga kalian akan jadi bangsa beradab yang disegani bangsa lain.
Untuk itu, hanya kepada Aku (Hukum Akal) kalian harus takut.
Ayat 41. Setelah menurunkan wahyu Taurot sebagai
petunjuk ilmu kepada Musa, Aku (Akal)
menurunkan wahyu Zabur sebagai petunjuk ilmu-teknologi kepada Daud. Lalu Kuturunkan
wahyu Injil sebagai petunjuk ilmu-teknologi-hukum penciptaan kepada Maryam.
Terakhir kuturunkan wahyu Qur’an berupa buku petunjuk kosmologi penciptaan
(ilmu asal kejadian segala sesuatu) kepada Muhammad sebagai buku bayangan
cermin dari Taurot-Zabur-Injil. Maka berimanlah kalian kepada Qur’an yang telah
kuturunkan kepada Muhammad. Sebab Qur’an itu buku sempurna petunjuk moral ilmu-teknologi-hukum
yang membenarkan petunjuk Taurot-Zabur-Injil yang ada pada kalian, tetapi telah
disembunyikan dengan sengaja oleh para pemimpin agama-politik kalian sendiri,
karena mereka ingin merebut legitimasi Alloh atas manusia.
Karena itu, kalian jangan
jadi orang pertama yang kafir kepada petunjuk Qur’an. Sebab Qur’an itu berisi rumusan
moral ilmu-teknologi-hukum temuan seluruh nabi (penutup nabi-nabi).
Maka kalian jangan menukar kebenaran amanat-amanatku
(ayat-ayatku) dengan dongeng sihir hadits yang berharga rendah. Sebab Aku (Akal) tidak bisa menerima
kebenaran-kepercayaan dongeng sihir exodus-bibble-hadits yang diskriminatif dan
tidak masuk akal. Maka hanya kepada Hukum Akal
kalian harus takwa (patuh).
Ayat 42. Dari latarbelakang,
gejala-tampak, data ilmu, dan simpulan pemimpin, diperoleh rumusan hukumnya
sebagai berikut. Qur’an susunan Muhammad adalah buku petunjuk kosmologi, yang
didalamnya berisi petunjuk ajaran semua rosul dalam Taurot-Zabur-Injil. Qur’an
bukan kitab suci sabda Alloh yang oleh para agamawan Islam tidak boleh
diakalkan, karena isinya adalah moral ilmu-teknologi-hukum rumusan Muhammad
dari temuan seluruh nabi (penutup nabi-nabi). Karena itu kamu jangan
membaurkan moral Qur’an yang hak dengan dongeng jangjawokan sihir hadits yang batil. Kalian para
agamawan-politisi Islam jangan menyembunyikan ajaran Qur’an yang hak itu dengan
ajaran sihir hadits, padahal kalian sendiri tahu Muhammad berulangkali menyuruh
para sahabatnya agar menghapus hadits dan melarang
menuliskan-mengumpulkan-menganut hadits dengan ancaman neraka (pengantar Qur’an
Depag RI halaman 114)..
Ayat 43. Karena itu wahai bangsa Israil
penganut kebenaran politik, dirikan sholat (tegakkan aturan hukum akal)
yang adil tanpa diskriminatif, tunaikan zakat (laksanakan tugas hidup kalian)
untuk menyelamatkan-mencerdaskan-memajukan-memakmurkan hidup masyarakat tanpa
pamrih-ambisi, dan ruku (tunduk)
bersama orang-orang (kaum moralis dan
para ilmuwan) yang tunduk kepada Hukum Akal yang ditetapkan Alloh.
Tanggapan Mahmud, Hilman, Ma’mun, Anta Suga, Rachmat
Mahmud: “Pada ayat 33 Anda menafsirkan
penyebutan nama-nama benda merupakan pertandingan ilmu yang membuat malaikat
merasa kalah. Saya minta Anda menjelaskan contoh ilmunya.
Hilman: “Pada ayat 33 dan 34 Anda
menyatakan Adam menjelaskan cara penembusan dimensi-dimensi ruang yang oleh
bangsa malaikat dinilai sebagai pekerjaan amat sulit. Bisakah Anda menjelaskan
alasannya?
Rachmat: “Pada ayat 4l Anda mengatakan
wahyu Injil sebagai petunjuk ilmu-teknologi-hukum penciptaan diturunkan kepada
Maryam, padahal semua agama menyatakan Injil itu diturunkan kepada Almasih Isa.
Bagaimana Anda menjelaskan alasannya?.
Anta Suga: Pada ayat 41 Anda juga
menyatakan bahwa penutup nabi-nabi adalah perumus moral ilmu-teknologi-hukum seluruh
nabi. Sedangkan semua agamawan Islam meyakini penutup nabi-nabi artinya nabi
terakhir, sehingga Rosul Muhammad dinyatakan nabi terakhir. Karena itu
aliran Ahmadiyah yang menganut ajaran Nabi Gulam Ahmad orang Pakistan dinyatakan
sebagai aliran sesat. Tolong berikan alasan penguatnya?.
Ma’mun: Perintah mendirikan sholat dan
menunaikan zakat mulai muncul pada ayat 43. Kebanyakan agamawan Islam meyakini
arti mendirikan sholat adalah perintah Alloh untuk melakukan ritual menyembah Rumah Alloh (Ka’bah). Sedangkan tunaikan
zakat adalah kewajiban penganut agama Islam membayarkan 2,5 % hartanya tiap
tahun, dan zakat fitrah adalah membayar 2,5 kg beras sehabis puasa Romadhon.
Sementara tafsir Anda mendirikan sholat adalah menegakkan hukum, dan menunaikan
zakat adalah melaksanakan tugas hidup. Saya minta Anda menerangkan alasannya
dengan jelas.
Jawaban untuk Mahmud
Sandie : “Contoh sederhana adalah tentang
perputaran benda-benda langit pada orbitnya dan berpusing pada porosnya. Bulan
(satelit) mengitari Bumi (planet), Bumi dan planet-planet lainnya termasuk
komet-asteroid mengitari Matahari (bintang).
Satelit mengitari planet karena perbedaan
besar massa. Massa Bulan 1/6 kali massa Bumi, sehingga Bulan harus tunduk pada
kekuatan gravitasi Bumi yang lebih besar. Agar tidak tertarik jatuh ke Bumi,
Bulan bergerak mengitari Bumi. Hasilnya, menurut penglihatan dari Bumi, Bulan
selalu berubah-ubah bentuk dari sabit ke sebelah ke purnama, kembali ke sebelah
ke sabit lagi.
Perubahan bentuk Bulan itu
terjadi, karena Bulan tidak punya sumber cahaya sendiri. Cahaya Bulan adalah pantulan
dari sinar Matahari. Demikian pula, semua planet-satelit-asteroid-komet
mengitari Matahari, karena gravitasi Matahari sangat besar. Matahari dikatakan
bersinar, karena sinar itu datang dari tungku nulkir di dalam hati bintang
sendiri. Itulah kira-kira nama-nama benda langit dengan salah satu di antara
alasan ilmunya yang diceritakan Adam kepada bangsa malaikat”.
Jawaban untuk Hilman
Sandie: “Ketika malaikat Jibril melakukan
penembusan dimensi-dimensi ruang dari alam lembut ke alam kasar, dia
melakukannya dengan kekuatan wadag, mengerem kecepatan gerakannya pada setiap
peralihan dimensi ruang. Sama seperti orang yang tinggal di alam lari cepat, dia
harus mengerem kecepatan gerakannya hingga lari lambat, lalu berjalan, dan
kemudian berhenti di Bumi (Annajm 7-10). Jibril tidak bisa tinggal lama di
Bumi, karena dia harus mengerahkan kekuatannya bertahan dari gerakan alaminya
yang secepat cahaya. Jika terlalu lama, dia akan meledak dan kembali ke alamnya
sendiri. Karena itu dongeng hadits yang menceritakan para malaikat sering
muncul-melata di muka Bumi dan berurusan dengan manusia adalah dongeng bohong
besar. Artinya, tidak ada malaikat yang mampu muncul di Bumi selain Jibril yang
sangat kuat dan cerdas. Kemunculannya di Bumi juga tidak bisa bertahan lama.
Untuk menembus dimensi ruang lembut (alam malaikat),
Adam = orang lumpuh. Dia harus melewati 3-cermin (3 tingkat kemampuan).
Pertama cermin-C (hukum penolak muatan = penolak jasad kasar) yang hanya
bisa ditembus dengan membunuh rasa syahwat-angkara-pamrih-ambisi jasad. Kedua cermin-CP
(hukum pembalikan ruang) yang hanya bisa ditembus dengan mengosongkan rasa-jasad.
Ketiga cermin-T (hukum pembalikan waktu) yang hanya bisa ditembus dengan
membuang rasa-jasad. Itu berarti, hukum-hukum ruang mengandung amanat-amanat
Alloh yang menyuruh manusia berpuasa (membunuh-mengosongkan-membuang rasa/nafsu
syahwat-angkara-pamrih-ambisi jasad) yang teramat sulit dilakukan makhluk berjasad
karena jasad manusia hanya bisa hidup dengan makan-minum. Amanat-amanat inilah
yang ditetapkan semua rosul sebagai kewajiban puasa rasa-jasad. Itu penembusan
dimensi-dimensi ruang yang diceritakan Adam kepada bangsa malaikat.
Cara penembusan
dimensi-dimensi itu perbandingannya seperti orang berkaki lumpuh yang harus
bisa berjalan, lalu berlari, kemudian berlari cepat yang nilainya tiga kali
lipat dari yang dilakukan Jibril.
Jawaban untuk Rachmat
Sandie: Maryam itu anak gadis piatu yang
dipelihara Zakariya pamannya dengan terpaksa karena kalah dalam pertandingan
memanah dari saudara-saudaranya. Pertandingan memanah adalah syarat untuk
memelihara Maryam. Berkat didikan ibunya yang menganut kebenaran akal, dalam
pingitan Zakariya di kamar terasing
(mihrob), Maryam banyak melakukan semedi memusatkan diri pada akalnya, sehingga
berhasil menembus dimensi-dimensi ruang halus-lembut. Hasil penelitian akalnya
terhadap dimensi-dimensi ruang
(makanan akal) itu adalah rizki akal
(ilmu dan hukum-hukum ruang) yang ditemukannya. Setiap ilmu dan hukum yang
ditemukannya dicatat Maryam sebagai rizki dari Alloh (Akal). Catatan Maryam itulah yang jadi cikal bakal Injil,
yang selalu dilihat Zakariya setiap dia menengok Maryam di mihrobnya (Ali Imron
37).
Keberhasilan Maryam
menembus dimensi-dimensi ruang hingga ke ufuknya untuk melakukan percobaan ilmu
membuat Almasih Isa, dikemukakan Rosul Muhammad pada Ali Imron 42 dengan
penjelasan berikut: Dan ini peringatan Akal
kepada manusia (agamawan) yang merendahkan perempuan ketika hukum (malaikat) memutuskan: ‘Hai
Maryam, sesungguhnya ketika kamu berhasil mengosongkan jasad dan memasuki
cermin-CP, Alloh telah memilih kamu menjadi nabi. Ketika kamu berhasil menembus
cermin-T dengan membuang rasa-jasad, Alloh telah menyucikan diri kamu dan
mengangkat kamu jadi rosul. Ketika kamu melakukan percobaan ilmu menciptakan
Almasih Isa di cermin-P, Alloh melebihkan kamu atas segala pria dan wanita di
dunia’.
Catatan Injil itulah yang selalu
dibaca Zakariya setiap kali dia menengok Maryam di mihrobnya, membuat dia amat terkejut
dan terpesona. Karena itu dia berdo’a kepada Tuhan agar diberi anak keturunan
sendiri yang akan dididik sebagai penganut kebenaran akal seperti Maryam (ayat
38).
Jawaban untuk Anta Suga
Sandie: “Dari uraian-uraian terdahulu dapat
diketahui jelas. Untuk jadi nabi, orang harus menembus cermin-CP (hukum
pembalikan ruang) yang oleh Rosul Musa disebut perjanjian bukit sebagai
persyaratan gelar nabi (ilmuwn penemu). Kepastian bahwa nabi adalah
ilmuwan penemu disebutkan dalam Maryam 30 yang menyatakan Isa adalah seorang
nabi sejak lahir karena menemukan bahasa Ibunya sehingga bisa berbicara sejak
lahir:
‘Dia (Isa) berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Alloh. Dia
(Ibuku Maryam) memberiku kitab Injil (ilmu-teknologi-hukum), dan dia
(Ibuku Maryam) menjadikan aku seorang nabi dengan melakukan rekayasa genetika
pada hati dan otakku, membuat aku menemukan bahasa Ibuku, sehingga aku dapat
bicara sejak lahir’.
Untuk menjadi rosul, Rosul
Musa mensyaratkan perjanjian gunung, yaitu menembus cermin-T (hukum
pembalikan waktu) yang teramat sulit, jauh lebih sulit dari syarat gelar nabi. Albaqoroh
59 memberitahu bahwa tidak sedikit dari nabi yang gagal bahkan mati ketika
berusaha menembus cermin-T karena tidak tahu caranya. Artinya, seorang nabi
belum tentu rosul, tetapi rosul pasti seorang nabi, sehingga kata penutup
nabi-nabi yang diartikan nabi terakhir sangat tidak tepat dan tidak masuk akal,
mengingat hingga sekarang ilmuwan penemu (nabi) itu terus bermunculan.
Dengan kata lain, lebih rasional jika dinyatakan sebagai rosul penutup, meski
masih bisa disangkal dengan ayat yang menyatakan, rosul itu turun di setiap
bangsa untuk memberi peringatan kepada bangsanya dengan bahasa yang dimengerti
oleh bangsanya masing-masing.
Selain itu, alasan
agamawan-ulama Islam yang menyatakan Muhammad nabi terakhir bertentangan dengan
Ali Imron 146 yang menceritakan perang Uhud di masa Rosul Muhammad ketika masih
hidup: ‘Dan berapa banyak nabi yang
berperang bersama mereka sejumlah besar pengikutnya (pengikut Muhammad)
yang takwa...’. Ayat ini secara langsung menyatakan, di masa hidup Rosul
Muhammad sendiri sudah banyak pengikutnya yang jadi nabi, sehingga Rosul
Muhammad bukan nabi terakhir.
Karena itu tuduhan MUI
terhadap Ahmadiyah sebagai aliran sesat karena menganut Nabi Gulam Ahmad adalah
rekayasa politik bangsa Arab yang menolak nabi dari bangsa lain, takut penganut
agama Arab kehilangan atau berkurang penganutnya.
Jawaban untuk Ma’mun
Sandi: “Agamawan Islam itu telah
menyempitkan bahkan mendangkalkan arti falsafah peradabannya (Rukun
Islam) sendiri. Padahal mereka sendiri menyatakan, Islam adalah rohmatan lil
alamin (rahmat atau berkah bagi seluruh alam), bukan hanya untuk sekelompok
manusia penghuni Bumi sebagai satu butir debunya alamfana. Sebab selain
manusia, Islam itu jadi anutan bangsa Jin yang tinggal di alam halus dan bangsa
malaikat yang tinggal di alam lembut dalam kecepatan cahaya (sehingga seluruh
alamfana yang bergerak dalam kecepatan cahaya dihuni oleh bangsa malaikat).
Para ahli kitab
(agamawan-politisi) Islam menyatakan. Rukun Islam itu adalah perintah Alloh,
yaitu:
1). Syahadat adalah pengakuan diri beriman kepada Alloh dan kepada Rosul Muhammad
sebagai utusan Alloh.
2). Sholat adalah perintah Alloh
untuk menyembah dirinya, lima kali sehari yaitu dzuhur, asar, maghrib, isya,
dan subuh. Ditafsirkan dari Alisroo 78, padahal ayat ini rumusan Rosul Muhammad
sebagai janji fitroh (bacaan subuh) bangsa akal dan bangsa rasa
(Alfatihah 4-5).
3). Zakat adalah kewajiban
mengeluarkan harta 2,5 % setahun untuk tabungan hidup di syurga, dan zakat
fitrah adalah kewajiban mengeluarkan 2,5 kg beras/makanan yang dimakan pada
akhir puasa romadhon untuk menyucikan diri.
4). Puasa wajib bulan romadhon
sebulan penuh untuk menyucikan dosa setahun.
5). Haji-umroh adalah upacara
undangan Alloh untuk menghapus seluruh dosa, dan yang telah melakukan upacara
keadaan dirinya tanpa dosa seperti bayi baru lahir.
Sebuah ajaran yang benar-benar
sangat memuaskan perasaan. Bahkan kemudian ada tambahan, orang yang sudah mati
dapat dihajikan dengan membayar sejumlah uang agar dosanya hapus. Sekarang
silahkan bandingkan dengan Rukun Islam rumusan Rosul Muhammad dari lompatan
bundel-bundel di cermin-P: belakang-ke-depan (syahadat membangun sholat),
sisi-ke-sisi (zakat membangun puasa), dan naik-ke-turun (haji membangun umroh).
Berikut uraiannya.
1. Syahadat (bundel belakang) adalah
moral kasih-sayang, sebagai janji pengabdian manusia akan meneladani
moral pengasih-penyayang Akal (Alloh) yang menciptakan alam semesta.
- Sholat (bundel depan) adalah Hukum Moral atau Hukum Akal yang mengatur-mengendalikan alam semesta, sebagai janji pengabdian manusia akan menganutnya dan menegakkannya dalam kehidupan bermasyarakat di mana pun dia berada.
- Zakat (bundel sisi) adalah tugas bangsa akal yang jadi katalisator penciptaan, sebagai janji pengabdian manusia akan melaksanakan tugas hidup menyelamatkan-mencerdaskan-memajukan-memakmurkan hidup masyarakat dengan harta-tenaga-ilmu-waktu yang dimilikinya tanpa pamrih-ambisi.
- Puasa (bundel sisi) adalah kewajiban bangsa rasa, sebagai janji manusia akan membunuh-mengosongkan-membuang rasa (nafsu) syahwat-angkara-pamrih-ambisi jasad.
- Haji (bundel naik) adalah kewajiban pemimpin yang diangkat rakyat, sebagai janji pemimpin akan menganut Hukum Akal (wukuf berfikir di Arofah), mencari berbagai ilmu andal di alam halus dunia unsur (memunguti batu-batu tengah malam di Muzdalifah), untuk bekal tugas menumpas segala kejahatan setan (melempari jumroh dengan batu-batu itu di bukit Aqobah Mina). Umroh (bundel turun) adalah sumpah tugas pemimpin, sebagai janji akan tunduk-patuh kepada Hukum Akal (tawaf mengitari Ka’bah), akan menyelamatkan-mencerdaskan-memajukan-memakmurkan hidup rakyat dengan harta-tenaga-ilmu-waktu yang dimilikinya (sa’i, lari bolak-balik antara bukit Shofa dan Marwa) tanpa ambisi (mencukur rambut kepala hingga gundul = membuang ego pemimpin), dan akan menumpas segala kejahatan setan (melempari jumroh di bukit Aqobah Mina) tanpa pamrih (menyembelih hewan qurban = membunuh kecintaan terhadap fisik-materi).
Haji-umroh
simpulan dari syahadat-sholat-zakat-puasa. Haji-umroh adalah upacara
simbolik dari janji-sumpah jabatan pemimpin sebagai penjabaran dari Almu’minuun
8. Artinya, Rukun Islam dirumuskan
Rosul Muhammad dari amanat-amanat Alloh dan janji fitroh manusia sebagai
pemimpin. Siapa yang menganut Rukun Islam tidak sesuai dengan yang dirumuskan Rosul
Muhammad di atas, berarti mendustai ajaran Rosul, dan ancamannya adalah Neraka.
Karena
setelah mengimani amanat dan janji itu, jika tidak dilaksanakan dalam
perjalanan hidupnya, berarti dia terus menumpuk dosa amanat dan janji diri
hingga kematian jasadnya. Apalagi para agamawannya yang melalui
ceramahnya telah mengubah pengabdian rumusan Rosul itu jadi ritual penyembahan
menghapus dosa.
Ditafsirkan oleh S. Anwar
Effendie CS67
Tidak ada komentar:
Posting Komentar